TUGAS 3 NEGARA DAN KONSTITUSI
1. Jelaskan mengapa negara disebut sebagai organisasi kekuasaan !
Jawab :
Pada hakikatnya Negara disebut sebagai organisasi kekuasaan karena
dilihat dari sifat-sifat Negara tersebut. Dikatakan sebagai organisasi
kekuasaan, karena setiap Negara terorganisir dan di dalamnya pasti ada
kekuasaan. Kekuasaan di suatu Negara terbagi tiga, yang sering disebut
dengan istilah trias politika. Trias politika terdiri dari kekuasaan
legislatif yaitu kekuasaan untuk membuat undang-undang, kekuasaan
eksekutif yaitu kekuasaan untuk menjalankan pemerintahan, dan kekuasaan
yudikatif yaitu kekuasaan kehakiman.
Negara mempunyai sifat-sifat
diantaranya sifat memaksa, monopoli, dan mencakup semua. Sebagai contoh
dari sifat memaksa yaitu Negara memaksakan kepada semua warga Negara
supaya mematuhi dan menjalankan kehidupan sesuai dengan sistem
perundang-undangan yang berlaku dari atas sampai ke bawah yang menjadi
pedoman dalam masyarakat untuk menata kehidupan yang lebih baik. Sifat
monopoli merupakan perwujudan kekuasaan Negara untuk menentukan
ideologi, penentuan partai politik dan ormas, mata uang, harga, dan
usaha-usaha yang dapat mewujudkan kepentingan masyarakat. Sifat mencakup
semua yang dimiliki Negara ditujukan agar warga Negara menaati setiap
aturan yang dibuat tanpa memandang status ekonomi dan sosial, perbedaan
etnis, daerah, dan sebagainya. Sebagai contoh sifat yang mencakup semua
adalah setiap warga Negara wajib memiliki KTP, kartu ini wajib dimiliki
warga Negara di manapun ia berada.
2. Negara Indonesia adalah Negara kesatuan berbentuk republic, jelaskan maksudnya berdasar teori tentang bentuk Negara !
Jawab : Pendekatan teoritis (sekunder), yaitu dengan menyoal tentang
bagaimana asal mulaterbentuknya negara melalui metode filosofis tanpa
mencari bukti-bukti sejarah tentanghal tersebut (karena sulit dan bahkan
tak mungkin), melainkan dengan dugaan-dugaanberdasarkan pemikiran
logis.
Teori Kenyataan
Timbulnya suatu negara merupakan soal
kenyataan. Apabila pada suatu ketika unsur-unsur negara (wilayah,
rakyat, pemerintah yang berdaulat) terpenuhi, maka pada saatitu pula
negara itu menjadi suatu kenyataan.
Teori Ketuhanan
Timbulnya
negara itu adalah atas kehendak Tuhan. Segala sesuatu tidak akan
terjaditanpa kehendak-Nya. Friederich Julius Stahl(1802-1861) menyatakan
bahwanegara tumbuh secara berangsur-angsur melalui proses evolusi,
mulai dari keluarga,menjadi bangsa dan kemudian menjadi negara. ³Negara
bukan tumbuh disebabkanberkumpulnya kekuatan dari luar, melainkan karena
perkembangan dari dalam. Iatidak tumbuh disebabkan kehendak manusia,
melainkan kehendak Tuhan,´ katanya.
Demikian pada umumnya negara
mengakui bahwa selain merupakan hasil perjuanganatau revolusi,
terbentuknya negara adalah karunia atau kehendak Tuhan. Ciri negarayang
menganut teori Ketuhanan dapat dilihat pada UUD berbagai negara yang
antaralain mencantumkan frasa: ³Berkat rahmat Tuhan «´ atau³By the grace
of God´.
Doktrin tentang raja yang bertahta atas kehendak Tuhan (divine right of king ) bertahan hingga abad XVII.
Teori Perjanjian Masyarakat
Teori ini disusun berdasarkan anggapan bahwa sebelum ada negara,
manusia hidupsendiri-sendiri dan berpindah-pindah. Pada waktu itu belum
ada masyarakat danperaturan yang mengaturnya sehingga kekacauan mudah
terjadi di mana pun dankapan pun. Tanpa peraturan, kehidupan manusia
tidak berbeda dengan cara hidupbinatang buas, sebagaimana dilukiskan
oleh Thomas Hobbes: Homo homini lupus dan Bellum omnium contra omnes.
Teori Perjanjian Masyarakat diungkapkannyadalam buku Leviathan .
Ketakutan akan kehidupan berciri survival of the fittest itulahyang
menyadarkan manusia akan kebutuhannya: negara yang diperintah oleh
seorangraja yang dapat menghapus rasa takut.
Demikianlah akal sehat
manusia telah membimbing dambaan suatu kehidupan yangtertib dan
tenteram. Maka, dibuatlah perjanjian masyarakat (contract social
).Perjanjian antarkelompok manusia yang melahirkan negara dan perjanjian
itu sendiridisebutpactum unionis. Bersamaan dengan itu terjadi pula
perjanjian yang disebut pactum subiectionis, yaitu perjanjian
antarkelompok manusia dengan penguasa yangdiangkat dalam pactum unionis .
Isi
pactum subiectionisadalah pernyataan penyerahanhak-hak alami kepada penguasa dan berjanji akan taat kepadanya.
Penganut teori Perjanjian Masyarakat antara lain: Grotius (1583-1645),
John Locke(1632-1704), Immanuel Kant (1724-1804), Thomas Hobbes
(1588-1679), J.J.Rousseau (1712-1778).
Ketika menyusun teorinya itu,
Thomas Hobbes berpihak kepada Raja Charles I yangsedang berseteru
dengan Parlemen. Teorinya itu kemudian digunakan untuk memperkuat
kedudukan raja. Maka ia hanya mengakui pactum subiectionis, yaitu pactum
yang menyatakan penyerahan seluruh haknya kepada penguasa dan hak
yangsudah diserahkan itu tak dapat diminta kembali. Sehubungan dengan
itulah Thomas Hobbes menegaskan idealnya bahwa negara seharusnya
berbentuk kerajaan mutlak/absolut.
John Locke menyusun teori
Perjanjian Masyarakat dalam bukunya TwoTreaties onCivil Government
bersamaan dengan tumbuh kembangnya kaum borjuis (golonganmenengah) yang
menghendaki perlindungan penguasa atas diri dan kepentingannya.Maka John
Locke mendalilkan bahwa dalam pactum subiectionis tidak semua hak
manusia diserahkan kepada raja. Seharusnya ada beberapa hak tertentu
(yangdiberikan alam) tetap melekat padanya. Hak yang tidak diserahkan
itu adalah hak azasi manusia yang terdiri: hak hidup, hak kebebasan dan
hak milik. Hak-hak ituharus dijamin raja dalam UUD negara. Menurut John
Locke, negara sebaiknyaberbentuk kerajaan yang berundang-undang dasar
atau monarki konstitusional.
J.J. Rousseau dalam bukunya Du
Contract Social berpendapat bahwa setelahmenerima mandat dari rakyat,
penguasa mengembalikan hak-hak rakyat dalam bentuk hak warga negara (
civil rights). Ia juga menyatakan bahwa negara yang terbentuk
olehPerjanjian Masyarakat harus menjamin kebebasan dan persamaan.
Penguasa sekadar wakil rakyat, dibentuk berdasarkan kehendak rakyat
(volonte general ). Maka, apabilatidak mampu menjamin kebebasan dan
persamaan, penguasa itu dapat diganti.Mengenai kebenaran tentang
terbentuknya negara oleh Perjanjian Masyarakat itu,para penyusun
teorinya sendiri berbeda pendapat.Grotiusmenganggap bahwaPerjanjian
Masyarakat adalah kenyataan sejarah, sedangkan Hobbes, Locke, Kant,dan
Rousseau menganggapnya sekadar khayalan logis.
Teori Kekuasaan
Teori Kekuasaan menyatakan bahwa negara terbentuk berdasarkan
kekuasaan. Orangkuatlah yang pertama-tama mendirikan negara, karena
dengan kekuatannya itu iaberkuasa memaksakan kehendaknya terhadap orang
lain sebagaimana disindir oleh Kallikles danVoltaire: “Raja yang pertama
adalah prajurit yang berhasil”.
Karl Marx berpandangan bahwa negara
timbul karena kekuasaan. Menurutnya,sebelum negara ada di dunia ini
telah terdapat masyarakat komunis purba. Buktinyapada masa itu belum
dikenal hak milik pribadi. Semua alat produksi menjadi milik seluruh
masyarakat. Adanya hak milik pribadi memecah masyarakat menjadi duakelas
yang bertentangan, yaitu kelas masyarakat pemilik alat-alat produksi
dan yangbukan pemilik. Kelas yang pertama tidak merasa aman dengan
kelebihan yangdimilikinya dalam bidang ekonomi. Mereka memerlukan
organisasi paksa yangdisebut negara, untuk mempertahankan pola produksi
yang telah memberikan posisiistimewa kepada mereka dan untuk
melanggengkan pemilikan atas alat-alat produksi tersebut.
H.J. Laski
berpendapat bahwa negara berkewenangan mengatur tingkah lakumanusia.
Negara menyusun sejumlah peraturan untuk memaksakan ketaatan
kepadanegara.
Leon Duguit
menyatakan bahwa seseorang dapat
memaksakan kehendaknya terhadaporang lain karena ia memiliki kelebihan
atau keistimewaan dalam bentuk lahiriah(fisik), kecerdasan, ekonomi dan
agama.
Teori Hukum Alam
Para penganut teori hukum alam
menganggap adanya hukum yang berlaku abadi danuniversal (tidak berubah,
berlaku di setiap waktu dan tempat). Hukum alam bukanbuatan negara,
melainkan hukum yang berlaku menurut kehendak alam.Penganut Teori Hukum
Alam antara lain:
o Masa Purba: Plato (429-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM)
o Masa Abad Pertengahan: Augustinus (354-430) dan Thomas Aquino (1226-1234)
o Masa Renaissance: para penganut teori Perjanjian Masyarakat
Menurut Plato, asal mula terjadinya negara adalah karena:
1. adanya keinginan dan kebutuhan manusia yang beraneka ragam
sehinggamenyebabkan mereka harus bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan
hidup;
2. manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri
tanpa berhubungandengan manusia lain dan harus menghasilkan segala
sesuatu yang bisamelebihi kebutuhannya sendiri untuk dipertukarkan;
3. mereka saling menukarkan hasil karya satu sama lain dan kemudianbergabung dengan sesamanya membentuk desa;
4. hubungan kerja sama antardesa lambat laun menimbulkan masyarakat (negarakota).
Aristoteles meneruskan pandangan Plato tentang asal mula terjadinya
negara.Menurutnya, berdasarkan kodratnya manusia harus berhubungan
dengan manusia laindalam mempertahankan keberadaannya dan memenuhi
kebutuhan hidupnya.Hubungan itu pada awalnya terjadi di dalam keluarga,
kemudian berkembang menjadisuatu kelompok yang agak besar.
Kelompok-kelompok yang terbentuk dari keluarga-keluarga itu kemudian
bergabung dan membentuk desa. Dan kerja sama antardesamelahirkan negara
kecil (negara kota).
Augustinus dan Thomas Aquino mendasarkan
teori mereka pada ajaran agama.Augustinus menganggap bahwa negara
(kerajaan) yang ada di dunia ini adalahciptaan iblis (Civitate
Diaboli), sedangkan Kerajaan Tuhan (Civitate Dei) berada dialam
akhirat. Gereja dianggap sebagai bayangan Civitate Dei yang akan
mengarahkanhukum buatan manusia kepada azas-azas Kristen yang abadi.
Sedangkan ThomasAquino berpendapat bahwa negara merupakan lembaga
alamiah yang lahir karenakebutuhan sosial manusia. Negara adalah lembaga
yang bertujuan menjaminketertiban dalam kehidupan masyarakat,
penyelenggara kepentingan umum, danpenjelmaan yang tidak sempurna dari
kehendak masyarakatnya.
Teori Hukum Murni
Menurut Hans
Kelsen, negara adalah suatu kesatuan tata hukum yang bersifatmemaksa.
Setiap orang harus taat dan tunduk. Kehendak negara adalah kehendak
hukum. Negara identik dengan hukum.
Paul Laband (1838-1918) dari
Jerman memelopori aliran yang meneliti negarasemata-mata dari segi
hukum. Pemikirannya diteruskan oleh Hans Kelsen (Austria)yang mendirikan
Mazhab Wina. Hans Kelsen mengemukakan pandangan yuridis yangsangat
ekstrim: menyamakan negara dengan tata hukum nasional (national legal
order ) dan berpendapat bahwa problema negara harus diselesaikan dengan
caranormatif. Ia mengabaikan faktor sosiologis karena hal itu hanya akan
mengaburkananalisis yuridis. Hans Kelsen dikenal sebagai pejuang teori
hukum murni (reinerechtslehre), yaitu teori mengenai mengenai
pembentukan dan perkembangan hukumsecara formal, terlepas dari isi
material dan ideal norma-norma hukum yangbersangkutan. Menurut dia,
negara adalah suatu badan hukum (rechtspersoon, juristicperson), seperti
halnya NV, CV, PT. Dalam definisi Hans Kelsen, badan hukum adalah
‘sekelompok orang yang oleh hukum diperlakukan sebagai suatu
kesatuan,yaitu sebagai suatu person yang memiliki hak dan kewajiban.’
(General T heory of Law and State, 1961). Perbedaan antara negara
sebagai badan hukum dengan badan-badan hukum lain adalah bahwa negara
merupakan badan badan hukum tertinggiyang bersifat mengatur dan
menertibkan.
Teori Modern
Teori modern menitikberatkan fakta
dan sudut pandangan tertentu untuk memerolehkesimpulan tentang asal
mula, hakikat dan bentuk negara. Para tokoh Teori Modernadalah Prof.Mr.
R. Kranenburg dan Prof.Dr. J.H.A. Logemann.
Kranenburg mengatakan
bahwa pada hakikatnya negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang
diciptakan sekelompok manusia yang disebut bangsa. Sebaliknya, Logemann
mengatakan bahwa negara adalah suatu organisasi kekuasaan
yangmenyatukan kelompok manusia yang kemudian disebut bangsa. Perbedaan
pandanganmereka sesungguhnya terletak pada pengertian istilah bangsa.
Kranenburgmenitikberatkan pengertian bangsa secara etnologis, sedangkan
Logemann lebihmenekankan pengertian rakyat suatu negara dan
memperhatikan hubunganantarorganisasi kekuasaan dengan kelompok manusia
di dalamnya.
TEORI LENYAPNYA NEGARA
1) Teori Organis
Tokoh: Herbert Spencer, F.J. Schmittenner, Constantin Frantz, dan Bluntschi.
Para penganut teori ini berpendapat bahwa negara adalah suatu
organisme,selayaknya makhluk hidup. Individu yang menjadi komponen
negara diibaratkansebagai sel-sel makhluk hidup itu. Fisiologi negara
sama dengan makhluk hidupyang mengalami kelahiran, pertumbuhan,
perkembangan dan kematian.
2) Teori Anarkhis
Anarkisme
atau dieja anarkhisme yaitu suatu paham yang mempercayai bahwasegala
bentuk negara, pemerintahan, dengan kekuasaannya adalah lembaga-lembaga
yang menumbuhsuburkan penindasan terhadap kehidupan, oleh karenaitu
negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus
dihilangkan/dihancurkan.
3) Teori Marxisme
Marxisme
adalah sebuah paham yang mengikuti pandangan-pandangan dari KarlMarx.
Marx menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi,
sistem sosialdan sistem politik. Pengikut teori ini disebut sebagai
Marxis .Teori ini merupakan dasar teorikomunisme modern. Teori ini
tertuang dalambuku Manisfesto Komunis yang dibuat oleh Marx dan
sahabatnya, Friedrich Engels. Marxisme merupakan bentuk protes Marx
terhadap paham kapitalisme. Ia menganggap bahwa kaum kapital
mengumpulkan uang dengan mengorbankan kaum proletar . Kondisi kaum
proletar sangat menyedihkan karena dipaksa bekerjaberjam-jam dengan upah
minimum sementara hasil keringat mereka dinikmatioleh kaum kapitalis.
Banyak kaum proletar yang harus hidup di daerah pinggiran dan
kumuh. Marx berpendapat bahwa masalah ini timbul karena
adanya"kepemilikan pribadi" dan penguasaan kekayaan yang didominasi
orang-orang kaya. Untuk mensejahterakan kaum proletar, Marx berpendapat
bahwa pahamkapitalisme diganti dengan pahamkomunisme. Bila kondisi ini
terus dibiarkan,menurut Marx kaum proletar akan memberontak dan
menuntut keadilan. Itulahdasar dari marxisme.
4) Teori Mati Tuanya Negara
Faktor Alam: suatu negara dapat lenyap secara alamiah, misalnya
karenagunung meletus, tenggelamnya pulau atau bencana alam lain.
Lenyapnyasuatu wilayah berarti lenyapnya negara dari percaturan dunia.
Faktor Sosial: suatu negara yang sudah diakui negara-negara lain suatu
ketikadapat lenyap antara lain karena: terjadinya revolusi (kudeta yang
berhasil),penaklukan, persetujuan, penggabungan
3. Jelaskan secara singkat susunan kelembagaan Negara Indonesia sebelum dan sesudah perubahan UUD 1945 !
Jawab :
Sistem ketatanegaraan Republik Indonesia
menurut UUD 1945, tidak menganut suatu sistem negara manapun, tetapi
adalah suatu sistem khas menurut kepribadian bangsa indonesia, namun
sistem ketatanegaraan Republik indonesia tidak terlepas dari ajaran
Trias Politica Montesquieu. Ajaran trias politica tersebut adalah ajaran
tentang pemisahan kekuasaan negara menjadi tiga yaitu Legislatif,
Eksekutif, dan Judikatif yang kemudian masing-masing kekuasaan tersebut
dalam pelaksanaannya diserahkan kepada satu badan mandiri, artinya
masing-masing badan itu satu sama lain tidak dapat saling mempengaruhi
dan tidak dapat saling meminta pertanggung jawaban.
Apabila ajaran
trias politika diartikan suatu ajaran pemisahan kekuasaan maka jelas
Undang-undang Dasar 1945 menganut ajaran tersbut, oleh karena memang
dalam UUD 1945 kekuasaan negara dipisah-pisahkan, dan masing-masing
kekuasaan negara tersebut pelaksanaannya diserahkan kepada suatu alat
perlengkapan negara.
Chart Flow di bawah adalah perbedaan struktur
pemerintahan Indonesia sebelum amandemen UUD 1945 dan setelah amandemen
UUD1945. Perbedaan mendasarnya adalah kedudukan MPR yang bukan lagi
menjadi lembaga tertinggi negara.
• Eksekutif(Presiden, wakil dan menteri kabinet) memiliki fungsi pelaksana undang-undang dalam menjalankan negara
• Legislatif(DPR) memiliki fungsi membuat undang-undang
• Yudikatif(MA) memiliki fungsi memertahankan pelaksanaan undang-undang.
Lembaga lainnya adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat(MPR), Komisi
Yudisial(KY) dan Mahkamah Konstitusi(MK). Setelah amandemen tidak ada
lagi Dewan Pertimbangan Agung dan diganti sebuah dewan pertimbangan yang
bertugas memberi nasihat dan pertimbangan kepada Presiden
4.Jelaskan perbedaan antara konstitusi dan UUD, serta perbedaan konstitusi dengan konvensi !
Jawab :
UUD Konstitusi
Memuat peraturan tertulis saja. Memuat peraturan tertulis dan lisan.
Bersifat dasar dan belum memiliki sanksi pemaksa atau sanksi pidana
bagi penyelenggaraanya. Bersifat dasar, belum memiliki sanksi pemaksa
atau sanksi pidana bagi penyelenggaraanya, timbul dan terpelihara dalam
praktek penyelenggaraan negara meskipun tidak tertulis.
Mengandung pokok-pokok sebagai berikut:
• Adanya jaminan terhadap HAM dan warganya
• Ditetapkan susunan ketatanegaraan suatu negara yang bersifat fundamental
• Adanya pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan yang juga
bersifat fundamental Memuat ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
• Organisasi negara, misalnya pembagian kekuasaan antar badan legislatif, eksekutif, dan yudikatif
• HAM
• Prosedur mengubah UUD
• Ada kalanya memuat larangan untuk mengubah sifat tertentu dari UUD
Contoh : UUD NKRI 1945 Contoh : Konstitusi RIS 1949
Perbedaan Konstitusi memiliki istilah lain “constitution”, “vervasung”
atau “constitute”. Sementara undang-undang dasar (UUD) memiliki istilah
lain Grondwet atau Gungesets. Namun, dalam kehidupan sehari-hari,
konstitusi terbiasa diterjemahkan sebagai undang-undang dasar. Padahal
menurut pendapat sarjana /ahli pengertian konstitusi lebih luas dari
pada pengertian UUD. Pengertian konstitusi mencakup keseluruhan
peraturan-peraturan baik tertulis maupun tidak tertulis, yang mengatur
dan mengikat Cara-cara suatu pemerintah Negara diselenggarakan. Adapun
UUD adalah naskah tertulis yang merupakan undang-undang tertinggi yang
berlaku dalam suatu Negara. Isi UUD merupakan peraturan yang bersifat
fundamental, yaitu bersifat pokok, dasar dan asas-asas. Penjabaran dan
pelaksanaan dari aturan-aturan pokok (isi UUD) diserahkan (diatur)
kepada peraturan yang lebih rendah dari pada UUD.
Pengertian
Konvensi secara umum, namun yang akan dibahas dalam hal ini adalah
mengenai spesifikasi dari konvensi yaitu Konvensi Ketatanegaraan.
Istilah konvensi berasal dari bahasa Inggris convention. Secara akademis
seringkali istilah convention digabungkan dengan perkataan constitution
atau contitusional seperti convention of the constitution. Dicey
seorang sarjana Inggris yang mula-mula mempergunakan istilah konvensi
sebagai ketentuan ketatanegaraan, menyatakan bahwa Hukum Tata Negara
(Constitutional Law)
5. Jelaskan mengapa suatu Negara perlu
melakukan perubahan pada konstitusi/ UUD nya dan biasanya lembaga apa
yang diberi kewenangan untuk melakukan perubahan, kira kira apa yang
menjadi alasan mengapa lembaga tersebut yang diberi kewenangan untuk
melakukan perubahan !
Jawab :
Sesuai dengan ketentuan UUD
1945, keberadaan MPR dalam kedudukannya sebagai Lembaga Tertinggi
Negara, dianggap sebagai pelaksana sepenuhnya kedaulatan rakyat.
Konstruksi ini menunjukan bahwa MPR merupakan Majelis yang mewakili
kedudukan rakyat sehingga menjadikan lembaga tersebut sentral kekuasan
yang mengatasi cabang-cabang kekuasaan lainnya. Adanya satu lembaga yang
berkedudukan paling tinggi membawa konsekuensi bahwa seluruh kekuasaan
lembaga-lembaga penyelenggara negara di bawahnya harus bertanggung jawab
kepada MPR. Akibatnya, konsep kontrol dan keseimbangan antara
elemen-elemen penyelenggara negara (checks and balances system) antar
lembaga tinggi negara tidak dapat dijalankan.
Susunan keanggotaannya
yang dianggap telah mencerminkan penjelmaan dari seluruh rakyatpun juga
ikut menimbulkan persoalan. Penyelenggaraan kedaulatan rakyat sebelum
perubahan UUD 1945 melalui sistem MPR dengan prinsip terwakili
(penjelmaan seluruh rakyat) telah menimbulkan kekuasaan bagi presiden
yang demikian besar dalam segala hal termasuk pembentukan MPR. Periode
orde lama (1959-1965), seluruh anggota MPR(S) dipilih dan diangkat
langsung oleh Presiden. Tidak jauh berbeda pula pada masa orde baru
(1966-1998) dari 1000 orang jumlah anggota MPR, 600 orang dipilih dan
ditentukan oleh Presiden. Hal tersbut menunjukan bahwa pada masa-masa
itu MPR seakan-akan hanya menjadi alat untuk mempertahankan penguasa
pemerintahan (presiden), yang mana pada masa itu kewenangan untuk
memilih dan mengangkat Presiden dan/ atau Wakil Presiden berada di
tangan MPR. Padahal MPR itu sendiri dipilih dan diangkat oleh Presiden
sendiri, sehingga siapa yang menguasai suara di MPR maka akan dapat
mempertahankan kekuasaannya.
Selasa, 25 Maret 2014
TUGAS 2 IDENTITAS NASIONAL
TUGAS 2 IDENTITAS NASIONAL
1. Masalah identitas Nasional muncul akhir-akhir ini lebih dikarenakan kekhawatiran sebagian pihak atas semakin mengikisnya kebanggaan terhadap budaya nasional, atribut nasional yang mencirikan identitas nasional. Menurut saudara mengapa kekhawatiran itu timbul? Dan bagaimana mengatasinya?
Jawab :
karena banyak pengaruh dari luar yang mengakibatkan sebagian orang menggunakan hal-hal yang berbau tentgang kehidupan orang barat seperti cara berpakaian , tingkah laku bahkan ada pula yang mengikuti gaya hidup artis luar negeri sehingga kepercayaan terhadap negeri sendiri berkurang .
2. Identitas nasional tidak terbentuk begitu saja, melainkan melalui evolusi dan proses panjang. Bagaimanakah proses pembentukan identitas nasional tersebut?
Jawab :
Proses Pembentukan Identitas Nasional adalah Identitas nasional tumbuh dan berkembang berdasarkan nilai-nilai masyarakat yang memunculkan perasaan solidaritas sosial. Suatu identitas nasional menunjukkan bahwa individu-individu setuju atas pendefinisian diri mereka yang saling diakui, yakni kesadaran mengenai perbedaan mereka dengan orang lain dan suatu perasaan akan harga diri bersama mereka (Charles F Andrain, 1992). Kesadaran akan penghargaan diri diwujudkan dalam bentuk nilai, norma, dan simbol-simbol ekspresif yang dianut bersama. Nilai merupakan konsep yang sangat umum mengenai hal yang bernilai, berharga, diinginkan, suatu kriteria untuk menentukan tindakantindakan mana yang harus diamabil.
Lebih spesifik dari nilai, norma merupakan peraturan-peraturan (hak dan kewajiban) yang menunjukkan bagaimana nilai-nilai diwujudkan. Simbol-simbol ekspresif seperti yang ditemukan dalam seni, ritual, dan mitos, memberikan ekspresi konkrit pada nilai-nilai dan norma-norma yang lebih abstrak. Melalui simbol-simbol ekspresif seperti bendera, lagu kebangsaan dan pahlawan-pahlawan rakyat, nilai-nilai yang abstrak dan tidak tampak menjadi hangat bagi individu-individu. Nilai, norma dan simbol ekspresif memberikan pembenaran bagi tindakan-tindakan di masa lalu, menjelaskan perilaku massa sekarang, dan merupakan pedoman dalam menyeleksi pilihan-pilihan di masa depan. Sumber-sumber identitas bersama yang kemudian menjadi identitas nasional berupa nilai-nilai primordial, nilai-nilai sakral, nilai-nilai sakral dan nilai-nilai sipil.
Nilai-nilai primordial menunjukkan keterikan yang didasarkan pada hubungan biologis dan tempat. Orang-orang yang dikaitkan satu sama lain didasarkan atas ikatan famili dan etnis, serta sejarah asal usul dan gaya hidup. Mereka berbicara dalam bahasa yang sama, hidup di daerah geografis yang sama, akan menganut suatu identitas bersama. Nilai-nilai sakral yang meliputi agama maupun ideologi adalah landasan yang kuat bagi identitas bersama. Nilai-nilai personal memberikan suatu rasa identitas bersama, melalu ikatan bersama pada seseorang yang seara biologis tidak berhubungan dengan anggotaanggota komunitas. Sedangkan nilai-nilai sipil telah menempatkan keterikatan bersama pada peranan politik seorang warganegara kepada lembaga politik yang berlaku adil pada semua kelompok yang berbeda.
.
3. Wujud dari identitas nasional antara lain adalah Patriotisme dan Nasionalisme. Jelaskan perbedaan keduanya dan bagaimana keduanya dapat membentuk identitas nasional?
Jawab :
Patriotisme adalah bangga atas kebajikan suatu negara dan bersemangat untuk memperbaiki kekurangan tersebut, tetapi juga mengakui patriotisme yang sah dari negara lain, dengan kebajikan mereka sendiri yang spesifik sedangkan nasionalisme merasa dirinya lebih unggul. Patriotisme adalah rasa bangga menjadi warga negara sebuah negara, bukan nasionalisme. Tetapi dipahami oleh Indonesia dan negara Timur sama saja. (Wardhani, 2012). Lalu, dalam nasionalisme sendiri memiliki berbagai macam seperti civic nationalism yang berbasis pada tradisi rasionalisme dan kebaikan bersama, dan kontras dengan ethnic nasionalism yang ditakutkan apabila tidak ada sense of belonging di dalamnya. Selain itu, civic nationalism sudah menyatu dalam satu negara sedangkan ethnic nasionalism yang masih dalam lingkup bangsa yang tersebar di dunia. “Nation as if same with state, in fact they are completely different.”
4. Wujud negatif dari identitas nasional adalah Chauvinisme. Jelaskan mengapa sikap ini negatif pengaruhnya terhadap identitas nasional?
Jawab :
Nasionalisme IndonesiaNasionalime merupakan situasi kejiwaan dimana kesetiaan seseorang secara total diabdikan langsung kepada negara bangsa.
Nasionalisme sangat efektif sebagai alat merebut kemerdekaan dari kolonial. Nasionalisme menurut Soekarno adalah bukan yang berwatak chauvinisme, bersifat toleran, bercorak ketimuran, hendaknya dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila.4. Integratis NasionalMenurut Mahfud M.D integrai nasional adalah pernyataan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masayarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih untuh , secara sederhana memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Untuk mewujudkan integrasi nasional diperlukan keadilan, kebijaksanaan yang diterapkan oleh pemerintah dengan tidak membersakan SAR. Ini perlu dikembangkan karena pada hakekatnya integrasi nasional menunjukkan tingkat kuatnya kesatuan dan persatuan bangsa.KesimpulanIdentitas Nasional Indonesia adalah sifat-sifat khas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa, agama dan pulau-pulau yang dipisahkan oleh lautan. Oleh karena itu, nilai-nilai yang dianut masyarakatnya pun berbeda-beda. Nilai-nilai tersebut kemudian disatupadukan dan diselaraskan dalam Pancasila. Nilai-nilai ini penting karena merekalah yang mempengaruhi identitas bangsa. Oleh sebab itu, nasionalisme dan integrasi nasional sangat penting untuk ditekankan pada diri setiap warga Indonesia agar bangsa Indonesia tidak kehilangan identitas.
5. Terkadang identitas nasional berseberangan dengan identitas pribadi. Bagaimana sebaiknya menurut saudara mengharmonisasikan kedua hal tersebut sehingga bisa berjalan berdampingan?
Jawab :
menjadikan identitas nasional paling utama dibandingkan identitas pribadi agar bisa menyelaraskan dan menjadikan satu hubungan dalam identitas nasonal berjalan harmonis oleh sebab itu diri sendiri harus menghilangkan rasa egoismena terlebih dahulu .
6. Globalisasi yang melanda dunia saat ini bisa berdampak positif dan negatif bagi identitas nasional. Agar dapat memanfaatkan gerakan dimaksud untuk sebesar-besar kesejahteraan masyarakat Indonesia tanpa harus mengancam identitas nasional bangsa Indonesia, menurut Saudara apa tindakan yang harus diambil?
Jawab :
dengan mengedepankan identitas nasional dan mngebelakangkan globalisasi dari Negara lain yang mengakibatkan identitas nasional di Indonesia hamper hilang karena pengaruh budaya lain contohnya : manusia lebih sering membeli barang luar negeri dibandingkan barang dalam negeri . harusnya ada peraturan hukum yang melarang agar orang Indonesia sendiri lebih mencintai produk dalam negri dibandingkan luar neger
Jumat, 15 November 2013
Apakah Prinsip Ekonomi sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia
Apakah
Prinsip Ekonomi Koperasi Sesuai Dengan Kebutuhan Bangsa Indonesia
Menurut saya prinsip
ekonomi koperasi sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia karena prinsip kedua
dari Pancasila mencerminkan kesadaran bangsa Indonesia sebagai bagian dari
kesadaran kemanusiaan universal (Yudi Latif, 2011: 237). Kesadaran kemanusiaan
merupakan modal ideologis dan kultural yang memungkinkan seseorang dan
masyarakat dalam membangun suatu tatanan kebangsaan dan tatanan ekonomi yang
berorientasi pada upaya untuk menciptakan kesejahteraan (welfare) bersama,
bukan kesejahteraan atau kepentingan individu. Dalam konteks ekonomi, kesadaran
seperti ini akan memungkinkan suatu bangsa untuk membangun sistem ekonomi yang
lebih mengutamakan sistem kerja sama dan pencapaian tujuan (kesejahteraan)
bersama pula.Sistem koperasi yang berbasis pada ideologi Pancasila memberi ruang
bagi semua strata ekonomi masyarakat untuk terlibat dan dilibatkan dalam
kegiatan ekonomi. Koperasi juga memberi ruang dalam pembelajaran demokrasi,
implementasi prinsip-prinsip gotong-royong, keterbukaan, tanggung jawab dan
kebersamaan yang juga dapat menjadi modal dasar bagi pembangunan ekonomi yang
mandiri. Dengan demikian, akan memberi
ruang dan kesempatan pula bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh
kesejahteraan ekonomi, ruang dan kesempatan untuk menata persatuan dan
solidaritas bangsa.
Koperasi sebagai suatu
unit bisnis perlu menerapkan prinsip-prinsip akuntansi, terutama dalam hal
manajemen keuangan, akuntabilitas, dan sistem perencanaan dan pengendalian.
Manajemen keuangan dan akuntabilitas dapat membantu dalam memberikan informasi
keungan yang memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih akurat. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah akan
membantu dalam meningkatkan tingkat kepercayaan anggota koperasi yang akan
diikuti oleh kualitas dukungan dan loyalitas. Ingat anggota koperasi juga
sekaligus sebagai pemasok dan konsumen.Perekonomian dengan sistem koperasi
sangatlah sesuai dengan spirit ideologi Pancasila, cocok pula dengan karakter
sosial-ekonomi masyarakat Indonesia yang sangat pluralis-variatif. Oleh karena
itu, jika sistem tersebut dapat dijalankan dengan baik, diyakini tidak hanya
membangkitkan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat secara keseluruhan,
melainkan juga akan menumbuhkan kembali solidaritas bangsa dan akan menjadi
perekat kebhinnekaan budaya dan ekonomi bangsa .
Menurut pendapat saya
lagi Betul, prinsip ekonomi koperasi sesuai dengan kebudayaan bangsa Indonesia.
Karena Indonesia memiliki sistem ekonomi yaitu sistem demokasi ekonomi yang
berbeda dengan sistem ekonomi negara lain.
Prinsip-prinsip dasar
koperasi tercantum dalam Undang Undang Dasar 1945 pasal 33 tentang koperasi
Indonesia dan dalam Bab II, bagian Kedua, Pasal (5) UUNo.25 Koperasi tahun 1992
diuraikan bahwa :
·
Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka;
·
Pengelolaan dilakukan secara demokratis;
·
Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara
adil sebanding dengan besarnya jasa usaha
masing-masing anggota;
·
Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap
modal;
·
Kemandirian.
Berdasarkan uraian
diatas bangsa Indonesia membutuhkan koperasi untuk menggerakkan roda
perekonomian, melalui sebuah lembaga atau organisasi usaha yang bersifat
sukarela dan terbuka.
Prinsip
koperasi Indonesia:
·
Selalu melakukan trade off
·
Biaya adalah segala seuatu yang akan anda korbankan
untuk memperoleh sesuatu
·
Orang rasional berfikir hidup secara bertahap
·
Orang selalu bereaksi terhadap insentif
·
Perdagangan dapat menguntungkan semu pihak
·
Pasar secara umum merupakan wahan yang baik
guna mengkoorninasikan kegiatan ekonomi
·
Pemerintah adakalanya dapat memeperbaiki hasil
kerja dan mekanisme pasar
·
Standart hidup suatu negara tergantung
pada kemampuan memroduksi suatu barang dan jasa
·
Harga- harga akan meningkat apabila mencetak
uang terlalu banyak
·
Masyarakat menghadapi trade off jangka
pendek antara infasi dan penganguran
Prinsip
ekonomi koperasi yang sesuai dengan kebudayaan Indonesia:
a) Koperasi selalu
melakukan trade off untuk mencapai keuntungan yang diharapkan
b) Hasil perdagangan
dapat menguntungkan semua pihak ( anggota koperasi )
c) Biaya – biaya yang
berasal dari anggota dipakai untuk memperoleh suatu laba
d) Koperasi dimiliki
oleh semua anggota koperasi
Koperasi juga memberi
ruang dalam pembelajaran demokrasi, implementasi prinsip-prinsip gotong-royong,
keterbukaan, tanggung jawab dan kebersamaan yang juga dapat menjadi modal dasar
bagi pembangunan ekonomi yang mandiri. Dengan demikian, akan memberi ruang dan
kesempatan pula bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh kesejahteraan ekonomi,
ruang dan kesempatan untuk menata persatuan dan solidaritas bangsa.
Jumat, 01 November 2013
DASAR-DASAR HUKUM KOPERASI DI INDONESIA
DASAR-DASAR
HUKUM KOPERASI DI INDONESIA
Dalam
pengertian umum, ide adalah suatu cita-cita yang ingin dicapai. Cita-cita
berkoperasi tumbuh dan berkembang dari berbagai ide yang melandasinya. Ide
berkoperasi, telah berkembang jauh sebelum koperasi itu sendiri berwujud
sebagai koperasi. Ide yang berasal dari berbagai pandangan itu kemudian melebur
ke dalam prinsip-prinsip, asas-asas dasar koperasi.
Indonesia
adalah negara hukum yang berpedoman kepada Dasar Negara Pancasila, UUD 1945,
dan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai sumber hukum tertinggi yang
telah ditetapkan oleh MPR-RI sebagai suatu sumber azaz demokrasi. Di Indonesia
Koperasi telah mendapatkan tempat yang jelas dan pasti, maka dari itu koperasi berlandaskan
hukum negara yang sangat kuat.
Tinjauan
Umum Tentang Koperasi Dasar hukum koperasi adalah Pasal 33 ayat (1)
Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia 1945 (UUD N RI 1945) dan
UndangUndang Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian.
Dasar-dasar Hukum Koperasi Indonesia :
- Undang-undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
- Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 1994 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengesahan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi.
- Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 1994 tentang Pembubaran Koperasi oleh Pemerintah
- Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Simpan Pinjam oleh Koperasi
- Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 1998 tentang Modal Penyertaan pada Koperasi.
- Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan PPK No. 36/Kep/MII/1998 tentang Pedoman Pelaksanaan Penggabungan dan Peleburan Koperasi
- Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan PKM No. 19/KEP/Meneg/III/2000 tentang Pedoman kelembagaan dan Usaha Koperasi
- Peraturan Menteri No. 01 tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembentukan, Pengesahan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi.
Landasan-landasan
koperasi dapat di bagi menjadi 3 (tiga) hal, antara lain :
- Landasan Idiil Koperasi Indonesia adalah Pancasila.
- Landasan Strukturil dan landasan gerak Koperasi Indonesia adalah Pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (UUD N RI 1945).
- Landasan Mental Koperasi adalah setia kawan dan kesadaran berpribadi. Dasar hukum Koperasi Indonesia adalah UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. UU ini disahkan di Jakarta pada tanggal 21 Oktober 1992, ditandatangani oleh Presiden RI Soeharto, dan diumumkan pada Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 116.
Koperasi
Indonesia berdasarkan UU No. 25 tahun 1992, koperasi suatu badan usaha
yang dipandang oleh undang-undang sebagai suatu perusahaan. Dimana dibentuk
oleh anggota-anggotanya untuk melakukan kegiatan usaha dan menunjang
kepentingan ekonomi anggotanya.
Prinsip
koperasi dalam UU No. 25 tahun 1992 mengenai Perkoperasian, sebagai
berikut :
- Pengelolaan koperasi dijalankan secara demokrasi
- Pembagian sisa hasil usaha dilaksanakan secara adil sesuai dengan jasa yang di jual anggotanya
- Koperasi harus bersifat mandiri
- Balas jasa yang diberikan bersifat terbatas terhadap modal.
Berdasarkan UU No. 12 tahun 1967, koperasi
merupakan organisasi kerakyatan bersifat sosial, anggotanya orang-orang yang
termasuk dalam tatanan ekonomi bersifat usaha bersama dan berazazkan pada
kekeluargaan, maka dari itu koperasi di Indonesia di lindungi oleh badan hukum
yang telah ditetapkan.
Dalam undang-undang ini yang dimaksudkan dengan :
- Koperasi adalah suatu organisasi bisnis yang di operasikan secara bersama berdasarkan prinsip-prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berazazkan kepada kekeluargaan. Bertujuan untuk mencapai kepentingan ekonomi bersama dan meningkatkan kesejahteraan bersama anggotanya maupun orang banyak yang membutuhkan.
- Perkoperasian adalah suatu hal yang sangat berkaitan dengan kehidupan koperasi.
- Koperasi Primer ialah suatu koperasi yang didirikan oleh sekurangnya 20 orang dimana setiap anggotanya berjumlah perseorangan.
- Koperasi Sekunder adalah gabungan suatu badan koperasi yang memiliki jangkauan kerjanya sangat merata dan luas.
- Gerakan Koperasi adalah keseluruhan organisasi koperasi dan kegiatan perkoperasian yang bersifat terpadu dan terarah untuk menuju tercapainya suatu cita-cita bersama.
Apakah
Prinsip Ekonomi Koperasi Sesuai Dengan Kebutuhan Bangsa Indonesia ??
Menurut saya sudah sesuai dengan
kebutuhan bangsa Indonesia alasan nya karena dari prinsip kedua Pancasila
menggambarkan akan sebuah kesadaran berkemanusiaan. Kesadaran tersebut
merupakan modal ideologis dan kultural yang memungkinkan seseorang untuk membangun
suatu tatanan kebangsaan dan tatanan ekonomi yang berorientasi menciptakan
kesejahteraan bersama. Kesadaran ini lebih memprioritaskan kerja sama demi
tercapainya tujuan kesejahteraan bersama.
Kebutuhan
sandang, pangan, papan sangat diperlukan terutama bagi warga golongan menengah
ke bawah yang serba terbatas perekonomiannya. Karena kebutuhan akan hidup dari
suatu profesi pekerjaan yang berbeda masing-masing menyatukan usaha untuk
mempersatukan keyakinan diri bersama dengan itu untuk mengatasi masalah yang
ada dengan sebuah wadah badan usaha yang berazazkan kekeluargaan yaitu
Koperasi. Koperasi itu sendiri memberikan jalan yang paling mudah bagi semua
orang untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan yang menguntungkan dengan
menyesuaikan setiap kemampuannya.
Sistem
koperasi yang berbasis pada ideologi Pancasila memberi ruang bagi semua masyarakat untuk terlibat dan dilibatkan
dalam kegiatan ekonomi. Koperasi juga memberi ruang dalam pembelajaran
demokrasi, implementasi prinsip-prinsip, gotong-royong, keterbukaan, tanggung
jawab dan kebersamaan yang juga dapat menjadi modal dasar bagi pembangunan
ekonomi yang mandiri. Dengan demikian, akan memberi ruang dan kesempatan
pula bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh kesejahteraan ekonomi, kesempatan
untuk menata persatuan dan solidaritas bangsa.
SUMBER :
Prinsip - Prinsip Ekonomi Koprasi dan Ciri - Ciri khas Ekonomi Koprasi
·
PRINSIP – PRINSIP EKONOMI KOPERASI
Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak
yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama.
Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance
(Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah keanggotaan yang
bersifat terbuka dan sukarela, pengelolaan yang demokratis, partisipasi anggota
dalam [ekonomi], kebebasan dan otonomi, serta pengembangan pendidikan,
pelatihan, dan informasi.
Prinsip Koperasi diantaranya, sebagai berikut :
1. Keanggotaan bersifat sukarela
dan terbuka
Sifat
sukarela dalam keanggotaan koperasi mengandung makna bahwa menjadi anggota Tidak
boleh dipaksa oleh siapapun.
2. Pengelolaan dilakukan secara
demokratis
Prinsip demokrasi menunjukkan bahwa pengelolaan
koperasi dilakukan atas kehendak dan keputusan para anggota. Anggota koperasi
adalah pemegang dan pelaksana kekuasaan tertinggi dalam koperasi.
3. Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU)
dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota
Besarnya modal yang dimiliki anggota tidak mutlak
dijadikan dasar dalam pembagian SHU. Ketentuan ini merupakan perwujudan nilai
kekeluargaan dan keadilan.
4. Pemberian balas jasa yang
terbatas terhadap modal
Terbatas disini maksudnya adalah wajar,tidak
melebihi suku bunga yang berlaku dipasar.
5. Kemandirian
Kemandirian artinya dapat berdiri sendiri tanpa
bergantung pada pihak lain. Semua keputusan dan kegiatan koperasi dilandasi
oleh kepercayaan, pada pertimbangan, kemampuan, dan usaha sendiri. Kemandirian
juga berarti kebebasan yang bertanggung jawab pada perbuatan sendiri dan
kehendak untuk mengelola diri sendiri.
6. Pendidikan Perkoperasian
7. Kerjasama antar koperasi
·
CIRI – CIRI KHAS EKONOMI KOPERASI
Sifat keanggotaan
Pembagian keuntungan
Hubungan personal antara organisasi dan manajer
Keterlibatan pemerintah dalam penciptaan stabilitas
dan operasi
Hubungan organisasi dan masyarakat
Penjelasannya seperti :
Berasas kekeluargaan dan bersifat terus menerus
Prinsip kebersamaan yang selalu mengutamakan
pemenuhan kebutuhan, kemakmuran, dan kesejahteraan para anggota khususnya dan
masyarakat pada umumnya
Keanggotaan sukarela dan terbuka bagi setiap Warga
Negara Republik Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi
Tidak mencari untung yang sebesar-besarnya
Anggota yang diutamakan, anggota koperasi mempunyai
hak suara yang sama
Modal koperasi berubah-ubah tergantung pada keluar
masuk anggota yang diperoleh dari simpanan para anggotanya
Bekerja dengan terang-terangan
Bergotong royong berdasarkan persamaan derajat hak
dan kewajiban agar bisa mencapai tujuan
Rapat anggota adalah pemegang kekuasaan tertinggi.
Langganan:
Postingan (Atom)